Penyebab Sulit Khusyu’ dalam Sholat Bag. IX

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu. Bagian ke 9, Mengapa sulit khusyu’ dlm sholat? Krn “goirul isti’daadi” tdk mempersiapkan diri secara maksimal menghadap ALLAH, seperti pakaian kurang bersih, kurang rapi padahal ada pakaian bersih & rapi, mukena yang bau apek atau badan yg masih kotor padahal masih bisa membersihkan, atau tempat ibadah kurang bersih, atau dg sengaja mengulur ulur waktu sholat, Imam Ghazali berkata, “Siapa dg sengaja mengulur waktu sholat tanpa alasan yg dibenarkan Syar’i maka sungguh setengah kekhusyuan telah hilang dari sholatnya”, berarti org yg memperhatikan sholat diawal waktu itu sungguh telah meraih setengah kekhusyuan. Kemudian membiarkan diri tdk faham sholat dg tdk mau meningkatkannya u belajar, akhirnya sholat hanya sekedar2 maka hasilnyapun sekedar sekedar, tdk heran sholatnya tdk berpengaruh dlm kesehariannya. Sahabatku, tentu sangat beda hasilnya mrk yg sungguh2 belajar & mempersiapkan diri u sholat dg yg sekedar2, or malas sholat.

Perbanyak Sholat Duha

Iklan

Penyebab Sulit Khusyu’ dalam Sholat Bag. VIII

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu. Bagian ke 8, Mengapa sulit khusyu’ dlm sholat? Krn sholatnya disertai “al mungkar”, berbuat zholim, menganiaya, menipu, menggunjing, memfitnah, merendahkan orang lain secara terang terangan atau secara diam diam, dalam hatinya merendahkan orang lain, menghina, memukul apalagi sampai membunuh orang lain. Ini pun menjadi HIJAB BESAR, krn ALLAH hanya menerima ibadah yg membuat hamba itu MENGHINAKAN DIRI dihadapanNYA & yg MEMBUAT dirinya RENDAH HATI kpd MAHLUKNYA. Cukup sholat itu akan dianggap dusta kalau tidak memperhatikan yatim piatu & faqir miskin (QS Al Maun 1-3). “Cuek, masa bodoh, pelit, emangnya gue pikiran” dsb sudah cukup dianggap pendusta sholat, pendusta agama apalagi sampai berbuat aniaya, & ini semua bukan akhlak hamba ALLAH yg sholat, orang sholat itu belas kasih, santun, pemaaf, murah senyum, dermawan & rendah hati, sahabatku. Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya Allah menerima sholat hamba hambaNya yg rendah hati”. Sekali lagi sahabatku, hambaNya yg mengenal Allah akan menghinakan diri dihadapan Allah dan buahnya rendah hati dihadapan mahlukNya.

Penyebab Sulit Khusyu’ dalam Sholat Bag. VII

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu. Bagian ke 7, Mengapa sulit khusyu’ dalam sholat? Karena sholatnya masih disertai “Al fahsyau” berbuat ma’siyat seperti berdusta, mabuk, buka aurat, berjudi, berzina, dari zina mata melihat yg porno, tangan meraba, pikiran berkhayal sampai zina kemaluan, “adzdzunuubu kaafilatul quluubi” dosa dosa ma’siyat itu menjadi “cover” penutup hati, Alwaqi, guru imam Syafii’ berkata, “nurullahi la yuhda lil a’shi”, sungguh cahaya NUR HIDAYAH ALLAH tidak akan masuk pada hati yg tertutup gelap karena ma’siyat. Inilah kebanyakan yg terjadi pada “tukang sholat” bukan “Penegak Sholat”, STMJ sholat rajin ma’siyat tekun, ritual rutinitas tanpa disertai amal yg berkwalitas, hasilnya lagi lagi kosong, tidak ada “atsar” pengaruh, ini sekaligus menjadi jawaban mengapa ada orang sholat tetapi sulit khusyu’…ya bagaimana khusyu’ ma’siyat terus sich!. Imam Ghazali berkata, “Sungguh, sekali dusta sudah cukup membuat sholatnya terhijab kpd RABBnya”. SubhanAllah, maafkan kalau aku sampaikan membuat kalian tdk nyaman, mudah2an Allah terus membimbing kita dg hidayahNYA sehingga semakin dekat dg kematiaan semakin baik ibadah sholat kita…aamiin.

Penyebab Sulit Khusyu’ dalam Sholat Bag. VI

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu. Bagi an ke 6, Mengapa sulit khusyu’ dalam sholat? Krn makan minum yg haram, baik secara zat “lizaatihi” seperti, anjing, babi, alkohol, narkoba dsb, atau cara mencarinya dg cara haram, “linailihi”, walaupun halal zatnya seperti makan tempe tahu halal tetapi karena cara mencarinya dg berdusta, menipu, sumpah palsu, terima sogokan, korupsi dsb, maka tetap haram, seakan ia makan Tempe tahu tetapi sebenarnya ia makan anjing & babi, itulah yg disebut “rijsun min amalisy syaithon”. Najis karena amalnya, atau “roddudzdzakaat” karena menolak zakat, maka hartanya bercampur dg hak faqir miskin, kotorlah hartanya. Semuanya menjadi hijab hati & hijab hubungan kpd ALLAH, walhasil sholatnyapun tidak diterima, ALLAH “SUBBUUHUN” MAHA SUCI hanya menerima yg suci. Ingat komentar Rasul pd orang yg menangis ta’kala berdoa, “hampir saja aku mengira doanya diijabah ALLAH, namun Jibril memberitahuku bahwa orang itu suka menipu, lantas bagaimana ALLAH menjawab si penipu, pakaian & makanannya dari hasil menzholimi orang lain?” SADARILAH saat sholat kita BERHADAPAN ZAT YANG MAHA SUCI!. Alhamdulillah abang sudah kembali ke Tanah Air tercinta ini, jazaakumullah doa kalian sahabat FBku, insyaAllah besok subuh kembali berjamaah di mesjid Az Zikra untuk Halaqoh Ilmu. Jangan lupa sebelum tidur tetap jaga wudhu, berdoa, berzikir dan berazam untuk sholat malam.

Penyebab Sulit Khusyu’ dalam Sholat Bag. V

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu. Bagian ke 5, Mengapa sulit khusyu’ dalam sholat? Krn “hubbub dunya” sgt mencintai dunia, “the money is the first and the final of life, no money no happy” sehingga hati pikirannya selalu dipenuhi oleh segala sesuatu yg bersifat duniawi, duit, dolar, makan minum, keluarga, target2 bisnis, masalah2, berkhayal dsb, & itulah yg di ingat ingat dalam sholat, sampai apa yg disebut oleh Rasulullah, “hatta yansa kam rok atan laka” sampai ia lupa sudah BERAPA RAKAAT IA SUDAH SHOLAT”, maka tidak heran saat sholat yg semestinya hati pikirannya fokus dalam sholat malah ingat dunia. Sahabatku, simaklah Kalam ALLAH surah Al Maa’uun ayat 4 & 5, “CELAKALAH orang2 yg mengerjakan sholat yg HATI PIKIRANNYA LALAI kepada ALLAH”. Lalai hatinya krn dunia “ball tu’tsiruunal hayaatad dunya” (QS 87:16). Krn itu sadarilah hidup kita tidak lama di dunia yg fana ini, sholatlah seakan sholat terakhir hidup, simaklah sabda Rasulullah, “Bila engkau melakukan sholat maka sholatlah kamu, seperti orang yang akan meninggalkan alam fana” (HR Ibnu Majah & Imam Ahmad).

Penyebab Sulit Khusyu’ dalam Sholat Bag. III

Oleh : K.H.M. Arifin Ilham

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu.
Bagian ke 3, Mengapa sulit khusyu’ dalam sholat?

Karena tidak sadar bahwa sholat itu adalah “Almuhadatsah bainal makhluqi wa Khooliqi” dialog hamba kpd Kholiqnya, “Apabila salah seorang dari kalian sholat, sebenarnya ia sedang berkomukasi dg ALLAH” (HR Bukhori Muslim). Coba perhatikan dari adzan, panggilan waktu menghadapNYA, yg dipanggilpun yg berSYAHADAT, “Asyhaaduallaa ilaaha illallah wa ashhadu anna Muhammadar Rasulullah”, yg tidak beriman tidak dipanggil, krn itulah Rasulullah mengingatkan, “Yang membedakan kita dg org kafir adalah sholat, maka siapa dg SENGAJA MENINGGALKAN SHOLAT maka sungguh ia sudah BERPERANGAI seperti orang kafir”. Menutup aurat menghadapNYA, menghadap qiblat krn memang fokus jasad ruh, hati pikiran kpdNYA, apalagi berjamaah jadi rapi shof, & seluruh duniapun satu arah qiblat, lalu bersuci krn memang menghadap MAHA SUCI, lalu berdiri tegap, takbir, membaca ifitah “inn wajjahtu wajhiyalilldzi fathoros samaawati wal ardho” hamba datang menghadapMU duhai PENCIPTA LANGIT & bumi, tunduk patuh taat padaMU…inilah diantara komunikasi sholat yg belum difahami, lantas bagaimana khusyu’ tanpa kesadaran ini, sahabatku…?

Penyebab Sulit Khusyu’ dalam Sholat Bag. II

Oleh : K.H.M. Arifin Ilham

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu.
Bagian ke 2. Mengapa sulit khusyu’ dalam sholat?
Krn belum faham bacaan, makna, hikmah, keutamaan, syarat & rukun sholat, maka jadilah “sukaaro” sholat mabuk alias sholat tanpa rasa, tanpa pemahaman, tanpa penghayatan, tanpa keyaqinan, kosong, hampa, seakan robot jasad tanpa ruh, “alkusaala” malah terasa beban, buru buru pengen cepat selesai, senangnya menunda nunda waktunya, gerak sholatnya cepat seperti ayam matok. surah & bacaan sholatpun komat kamit. Sahabatku, simaklah Kalam ALLAH ini, “…JANGANLAH KALIAN MENEGAKKAN SHOLAT, SEDANGKAN KALIAN DALAM KEADAAN MABUK, SAMPAI KALIAN BENAR BENAR FAHAM APA APA YANG KALIAN BACA DALAM SHOLAT KALIAN” (QS4:43). Lihat orang mabuk berkata berbuat tetapi tidak sadar apa yg dikatakan & apa yg diperbuat, lihat orang sholat berdiri, bertakbir, baca ayat, ruku’, sujud, tahiyyat & salam, tetapi tidak sadar bahwa ia sedang berdiri, ruku’ sujud menghadap PENCIPTA LANGIT & BUMI…tidak sadar bahwa ia sedang berdialog dg PENCIPTA DIRINYA, YANG MAHA MENENTUKAN SEGALA GALANYA!.